LAUNCHING GBIB DAN GANGREP DI DESA PANDUMAAN KAB. HUMBANG HASUNDUTAN

 

Launching Program Gertak Berahi dan Inseminasi Buatan (GBIB) dan Penanggulangan Gangguan Reproduksi (Gangrep) di Provinsi Sumatera Utara Desa Pandumaan Kecamatan Pollung Kab. Humbang Hasundutan secara simbolis di resmikan oleh Inspektorat Jenderal Kementerian Pertanian Justan Riduan Siahaan, Ak.,M.Acc.,Ca. yang didampingi Bupati Kabupaten Humbang Hasundutan Drs. Maddin Sihombing, Msi. Acara tersebut dihadiri pejabat Pemda Kab. Humbang Hasundutan, Direktorat Budidaya Ternak, Kepala Balai Veteriner Medan, Kepala Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Terrnak (BPTUHPT) Siborongborong dan Kepala Dinas yang membidangi fungsi Peternakan dan Kesehatan Hewan Kab. Humbang Hasundutan.

Pelaksanaan kegiatan Gertak Berahi dan Inseminasi Buatan  (GBIB) dan Penanggulangan Gangguan Reproduksi (Gangrep) di Kabupaten Humbahas dengan target 1.000 akseptor, dari 10.910 ekor ternak kerbau yang tersebar di Kabupaten Humbahas.
Petugas yang terlibat dari Dinas yang membidangi Fungsi Peternakan dan Kesehatan Hewan, Provinsidan Kabupaten dengan kualifikasi sebagai Dokter Hewan (media), mantri hewan (para media), Asisten Teknis Reproduksi (ATR), Pemeriksa Kebuntingan ternak (PKb), Mantri suntik kawin (Inseminator), pencatat data lapang (rekorder).

Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan memiliki program swasembada daging sapi dan kerbau. Dalam mendukung program kecukupan daging tersebut produktivitas ternak perlu dioptimalkan. Salah satu faktor yang dapat mendukung peningkatan produktivitas ternak adalah masalah produksi hewan dan kesehatan hewan; oleh karena itu status tersebut harus dapat dikendalikan secara optimal.

Program APBN_P Tahun 2015 Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Direktorat Budidaya Ternak, Direktorat Kesehatan Hewan memiliki prinsip kegiatan dengan tujuan umun meningkatkan populasi ternak melalui Percepatan Peningkatan Populasi melalui Gertak Berahi dan Inseminasi Buatan (GBIB) serta Penanggulangan Gangguan Reproduksi.

Mendukung program diatas, target di Sumut 30.000 ekor akseptor sapi/kerbau  dan di Kalimantan Barat  13.000 ekorakseptor sapi/kerbau. Di Kabupaten Humbahas ditargetkan 1000 ekor akseptor sapi/ kerbau. Sambutan Bupati Kabupaten Humbang Hasundutan Drs. Maddin Sihombing, Msi. menyampaikanbahwa populasi ternak sapi di Humbahas ada 1.225 ekor dan kerbau 10.910 ekor.

Inspektorat Jenderal Kementerian Pertanian Justan Riduan Siahaan, Ak.,M.Acc.,Ca. mengakui saat ini perhatian pemerintah masih memfokuskan peternakan pada ternak sapi, padahal ternak kerbau juga ternak unggulan yang menjanjikan. Untuk mencapai target produksi supaya berjalan sesuai dengan harapan, tetap melakukan pengawasan sesuai dengan regulasi undangan undang yang berlaku.

Kepala Balai Pembibitan Ternak Unggul Dan Hijauan Pakan Ternak (BPTUHPT) Siborongborong Drh. Vierman berharap dukunganpemerintah setempat bersama masyarakat dalam hal ketersediaan akseptor untuk sapi dan kerbau sebanyak 30.000 akseptor di 24 kabupaten kota di provinsi Sumut.

Secara khusus di Kabupaten Humbahas, kami menargetkan 1000 ekor terdiri dari kerbau lumpur dan kerbau sungai. Tujuannya untuk mensejahterakan masyarakat dari pengembangan ternak dan juga program pemerintah untuk ketersediaan pangan bersumber dari daging.

Secara khusus di Kabupaten Humbahas, kami menargetkan 1000 ekor terdiri dari kerbau lumpur dan kerbau sungai. Tujuannya untuk mensejahterakan masyarakat dari pengembangan ternak dan juga program pemerintah untuk ketersediaan pangan bersumber dari daging. Kriteria ternak sapi/kerbau yang masuk sebagai akseptor:

  • Pemeriksaan dan pemilihan sapi/kerbau betina produktif dari populasi/kelompok dengan kriteria Nilai Kondisi Tubuh (NKT) ≥2,5.
  • Melakukan anamnesa kepada pemilik ternak.

Pemeriksaan kondisi umum, eksterior tubuh, gejala klinis dan pemeriksaan melalui eksplorasi rectal untuk menentukan status reproduksi dengan diagnosa sebagai berikut:

  • sapi/kerbau bunting tidak masuk sebagai akseptor dan dilakukan tindakan/penanganan medis diberikan advis dengan pemberian vitamin/nutrisi;
  • sapi/kerbau tidak bunting dengan organ reproduksi normal di catat sebagai akseptor IB;
  • sapi/kerbau tidak bunting mengalami gangguan reproduksi di catat dan masuk pada penanggulangan gangguan reproduksi sesuai dengan hasil diagnosanya;

Kegiatan Instalasi

 
Instalasi Siaro juga merupakan Kantor Pusat, terletak di Desa Siaro Siborongborong dengan Luas Wilayah ±17,5 Ha. Jarak lokasi dengan Ibukota Propinsi (Medan) ± 257 Km. Jenis ternak yang dikembangkan adalah ternak babi

 
Instalasi Silangit, Desa Parik Sabungan Kecamatan Siborongborong, dengan luas ± 23 Ha. Jarak ke kantor pusat ± 8 Km. Jenis ternak yang dikembangkan adalah ternak kerbau sungai

 
Instalasi Bahal Batu , terletak di Desa Bahal Batu Kecamatan Siborongborong dengan luas lahan  ± 59,5 Ha.  Jarak ke Kantor Pusat ± 14  Km. Lokasi ini digunakan untuk pengembangan/pemeliharaan ternak kerbau lumpur

 
Instalasi Rondaman Palas (Eks Proyek CESS Dinas Peternakan Tk. I Sumatera Utara, diserahkan ke Balai tahun 1979), Desa Sihopuk Baru Kecamatan Halongonan Kabupaten Padang Lawas Utara dengan luas ± 94 Ha. Jarak lokasi ke Kantor Pusat  ± 192 Km.  Lokasi ini digunakan untuk pengembangan/pemeliharaan kerbau lumpur

Penghargaan

  Sertifikat ISO    Wilayah Anti Korupsi

Statistik Pengunjung

151571
Hari Ini
Kemarin
Minggu Ini
Bulan Ini
Total Penggunjung
65
138
386
1326
151571

IP Anda: 54.90.185.120
Waktu Server: 2018-11-14 13:35:10